

Sang menantu menyelamatkan putra mahkota dari serangan. Di istana, ia membunuh musuh demi kakaknya, sang putri mahkota, dan memberi teknik kertas hingga istana kaya. Bangsawan menyuruh pelayan membunuh sang putri yang hamil. Meski ditolong, ia melahirkan prematur dan kritis. Ia bersumpah membasmi musuh jika kakaknya tewas.