

Kembali ke keluarga kaya, aku malah diejek karena anak angkat lebih disayang. Aku tetap tulus dan tabah menghadapi rintangan. Lama-kelamaan, niat buruknya terungkap dan ketulusanku diakui. Aku akhirnya dihargai bukan karena darah, melainkan hati yang tulus.