

Keluarganya dibantai, sang yatim berbakat berguru pada pemimpin sekte dan menguasai ilmu bela diri. Ia turun gunung membalas dendam, meraih harta karun, dan memikat banyak wanita. Di kompetisi sekte, ia unjuk gigi, basmi musuh, bangkitkan mata dewa, dan raih warisan kuno melampaui dunia.