

Pada malam musim gugur, sang tokoh utama memasuki kota demi membalas dendam. Setelah bangkit kembali, ia malah dikuasai kebencian hingga membahayakan kerabatnya. Saat dikepung musuh, gurunya rela berkorban demi menyelamatkannya. Ia pun sadar bahwa bertahan hidup berarti terus melangkah membawa luka bersama.