

Terlempar ke zaman pergolakan dinasti, pemuda miskin ini membangkitkan sistem kekuatan dewa yang mampu mengangkat gunung dengan tangan kosong. Berbekal tombak pusaka dan keperkasaan mutlak, ia membabat sarang penyamun, menaklukkan jenderal perang perkasa, serta memimpin pasukan menundukkan negeri.