

Usai ibunya wafat, para pamannya menyuap kepala desa demi membagi warisan. Mereka mengambil semua harta dan hanya memberinya bukit tandus. Namun, ia menyadari kekuatan ajaibnya. Ia menciptakan mata air di bukit itu, menghasilkan panen luar biasa. Kini, ia meraih kekayaan dan membalas mereka yang meremehkannya.