

Divonis menderita penyakit parah dengan sisa hidup enam bulan, seorang pria memutuskan untuk berhenti mengalah. Ia meninggalkan pernikahan yang gagal dan membalas perlakuan buruk orang di sekitarnya. Di tengah keputusasaan, ia justru menemukan kekayaan dan makna hidup yang sesungguhnya sebelum waktu habis.